Buah Hati Tak Kunjung Hadir? Berjuanglah dengan Riang Gembira

Dear mbak Sis dan mas Bro yang sudah lama nunggu buah hati, berusahalah dengan riang gembira. Karena kita tidak pernah tau apa maksud dari sang pencipta membuat sebuah pernikahan tidak segera dikaruniai buah hati. Saya pribadi harus menunggu selama 5 tahun, selama itu saya bertemu dengan pasangan lain yang usia pernikahannya mencapai 7, 9, 13, 15 tahun dan belum mendapatkan “momongan”.

Selama 5 tahun masa penantian itu, saya dan suami berjuang secara medis dan non medis. Medis artinya saya dan suami pergi ke dokter, kontrol kandungan dan mempertanyakan secara medis apa sekiranya yang menghambat rezeki ini. Tahun pertama pernikahan, pastilah lagi senang senangnya, jalan jalan, wisata kuliner, menghabiskan waktu bersama keluarga sendiri dan mertua. Tahun kedua, ketiga, sudah mulai terdengar selentingan, wah si embak sih milih karir ngga milih keluarga. Duenggg!! Rasanya seperti tersambar petir.Beruntungnya saya, dengan mertua yang super duper sabar, dan sama sekali tidak mempermasalahkan. Tapi kalau dari curhatan beberapa orang yang senasib dengan saya, woow bahkan keluarga terdekat tidak menyemangati, malah mempertanyakan dosa apa yang sudah diperbuat. Ih!! Apa sihh??

suit-couple-blue-shoes

Kembali ke perjuangan riang gembira, mengapa harus begitu? Karena hidup terlalu singkat untuk dibuat sedih susah dan gundah gulana atas keadaan yang diluar kuasa kita. Iya loh, punya anak dan keturunan biologis itu diluar kuasa kita kan? Karena itu selain usaha medis kami juga melakukan usaha non medis; yang paling utama adalah Berdoa, ya iya lah berdoa non medis, hihihi…selain itu, saya pernah disuruh minum air perasan bunga “Macan Kerah” saya ngga ngerti itu bungkusan daun isi bunga apa saja. Seingat saya ada bunga Mawar, Kenanga, dan sedikit pandan didalamnya. Pernah juga minum air perasan bonggol pisang, dari tujuh macam pisang yang diminum tujuh hari berturut turut. Heboh kan? Belum lagi mama saya yang diberi obat cina “Bai Feng Wan”  oleh kawan lamanya. Semua saya minum pemirsaaah 😀

Selama saya minum obat “non medis” itu saya dianjurkan teman untuk rutin membaca surat Maryam, dan menelaah terjemahaannya setiap hari, daaan saya tetap ke dokter untuk mengetahui kondisi saya. Sebagai manusia yang lama dapet momongan, pastilah kunjungan ke dokter menjadi momen yang tidak terlalu menyenangkan. Suasana dokter kandungan, dan Andrologi itu pengalaman yang unik. Beda banget suasananya, Di Obgyin, kita akan merasakan aura-aura bahagia, karena banyak pasangan menantikan buah hatinya, meskipun wajah lelah mengantri jelas terlihat, tetapi rasa bahagia tentu tak bisa disembunyikan. Sementara kalau datang ke dokter Androlog  kalau yang datang berpasangan, pasti dengan wajah yang kusut, sedih, bahkan ada pria yang meneteskan air mata. Entahlah, saya hanya bisa menduga-duga apakah yang terjadi.

 

Ditengah segala suka-duka menanti buah hati yang tak kunjung hadir, tiba-tiba ada seorang kawan yang menceritakan pengalamannya tentang berserah, ikhlas. Ia sudah menikah selama 7 tahun, selama itu ia sudah melakukan “perjuangan” untuk mendapatkan buah hati. Ia melakukan apapun yang ia dan pasangannya bisa, sampai pada titik dimana Ia memohon hanya kepada Allah tuhannya dengan doa yang tidak lazim. Doanya hanyalah, “ya Allah, jika ini memang takdir dari Mu, kuatkankanlah aku, dan demi apapun, aku merelakan tidak punya keturunan, asal Kau tidak mencabut Imanku sampai hari penghabisanku.” lega dengan doanya, ia tak lagi risau dengan hadir tidaknya si buah hati. Sebulan kemudian, saya mendengar berita bahwa Ia Hamil dan Kehamilannya sehat. Amazing bukan?

Diatas segalanya dear Happy Couple, tetaplah berjuang dengan riang gembira karena Allah Tuhan, maha mendengar segala doa. Berusahalah ikhlas atas segala usaha yang sedang dijalani. Sampai pada titik dimana, kita bahkan tidak sedang merasa berusaha, melainkan menjalankan hidup dengan penuh rasa syukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *