Mengapa perempuan sebaiknya belajar nyetir mobil pada selain pasangan

Artikel ini di muat di mojok.co, 7 Nopember 2017

Jangankan nyetir mobil, bawa motor aja perempuan a.k.a emak-emak seringkali dapet cibiran. Sampai keluar meme extrim “Ya Allah lindungilah hamba dari emak-emak yang sein kiri tapi beloknya ke kanan” yah perempuan memang seringkali menjadi domba hitam dari kesemrawutan dunia yang patriarkhi ini. Tapi berkat the power of emak-emak, we will survive.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Barbara dan Allan Pease, otak perempuan memang tidak didisain untuk beraktivitas diluar rumah. karena sejak zaman manusia berpindah-pindah di zaman batu, sebagian besar perempuan bertugas menjadi penjaga sarang dan properti keluarga. Sedangkan pria berburu dan mencari penghidupan. Pasangan penulis itu, menambahkan anjuran pada perempuan, agar jangan pernah minta belajar nyetir mobil pada lelaki anda, karena akan mengancam kehidupan percintaan anda, bahkan bisa mengakibatkan perceraian.

Awalnya saya tidak percaya pada hipotesa barbara dan allan, saya menganggap itu hanya terjadi di pengamatan mereka, negara setir kiri. Tetapi pada saat saya mengalaminya sendiri, saya kaget bukan kepalang. Suami saya yang sudah saya nikahi hampir 5 tahun lebih, tetiba menjadi orang yang sama sekali berbeda, mudah marah, dan dunia dalam mobil serasa mirip sinetron tersanjung session 2. tidak hanya itu, saya merasa menjadi orang paling bodoh didunia, dan mulai meyakini bahwa perempuan memang tidak ditakdirkan berada dibelakang setir bundar.

Beberapa kali sesi belajar nyetir bersama suami pun menjadi masa-masa yang amat menyiksa. Penderitaan saya berakhir dengan kursus menyetir profesional yang ada di dekat rumah. meskipun 10 kali pertemuan itu dilakukan dengan mobil baru dan tidak boleh menghidupkan AC (demi penghematan BBM), dunia terasa lebih indah. masa depan percintaan saya tampak lebih cerah. Dari pengalaman tersebut diatas, pada para emak-emak dan perempuan yang ingin belajar nyetir, berikut yang harus diperhatikan;

Niat, karena segala sesuatu harus diawali dengan niat baik. apakah anda ingin belajar nyetir karena kebutuhan, misalnya antar jemput anak sekolah, pergi ke kantor, kirim katering sehat, atau pun untuk taxi online. Kalau niatnya sudah halal insyaAllah selanjutnya akan lancar dan berkah.

Ladies, Jika Anda berhasil belajar nyetir dari suami Anda, hampir pasti ia manusia yang sabarnya setengah dewa. Atau pasangan anda memang mengelola kursus mengemudi yang mobilnya sudah dimodifikasi, satu mobil ada dua pedal rem. Belum lagi kalau ternyata di masa depan ada satu dan lain hal yang menyebabkan anda dan pasangan berpisah, dan si Doi meng undat-undat, “siapa dulu yang mengajarimu ketrampilan itu??” pasti rasanya pingin mithes.

Perempuan secara hormonal, atau bahkan secara budaya tidak memiliki Sense of Direction yang baik, itulah sebabnya banyak perempuan yang hanya paham arah belok kiri dan belok kanan. Sementara pria bisa menjelaskan arah dengan konsep delapan penjuru mata angin. Menurut penelitian lagi, otak laki-laki bisa merubah peta menjadi gambar tiga dimensi. Sementara perempuan melihat GPS dengan memutar mutar hape sambil tengok kiri tengok kanan, mungkin ada gardu warna pink yang mirip dengan ciri-ciri lokasi yang dituju.

Jika anda  emak-emak sedang mengemudi bersama pasangan, jangan biarkan dia menanyakan arah. Karena bagi pria menanyakan arah, sama dengan menyatakan cinta. Harga diri adalah taruhannya. Sebaiknya Anda yang berbaik hati turun, dan senyum senyum bertanya arah jalannya. Meskipun kadang kadang didalam mobil masih diomelin lagi gegara pak becak menjawab dengan panjang lebar dan menggunakan istilah timur dan barat yang menyesatkan.

Tidak selamanya perempuan selalu kalah dalam urusan mengemudi. Kenyataannya kecelakaan roda 4 didominasi oleh pria. Ternyata meskipun perempuan tidak bisa membaca peta, tetapi jangkauan lebar pandang perempuan lebih luas dari pada laki laki. Sehingga meskipun sedang mengemudi, perempuan lebih cepat melihat kendaraan yang datang dan lewat dari sebelah kiri dan kanan, daripada lelaki. Itu sebabnya jika ada perempuan cantik di kanan kiri, kita sudah siap sedia menghalang – halangi pandangan anda para pria sebelum si bohay lewat. Sedangkan pria, tidak bisa curi curi pandang tanpa sedikit menoleh atau memutar bahu. Maklum, pria konon dilahirkan sebagai pemburu, sehingga selalu fokus pada sasaran. Mereka malah lebih susah diminta mencari sisir di belantara bedak dan lipstik kita di meja rias.

Ini adalah pengalaman pribadi, dan ringkasan dari beberapa curhatan emak-emak driver R2 dan R4, saya belum sempat mewawancarai perempuan perkasa yang mengemudikan kendaraan roda 8 atau lebih. Saya hanya berharap, janganlah ada lagi meme-meme yang mendiskreditkan emak-emak driver berapapun rodanya. Karena kita sama-sama membayar pajak, dan turut membesarkan generasi bangsa ini. Cukup ingatkan saja, kalau pakai baju panjang menjuntai rentan terlilit roda, atau kecepit pintu #eh…

Satu Balasan untuk “Mengapa perempuan sebaiknya belajar nyetir mobil pada selain pasangan”

  1. Omg, mbaaa, aku nyesel bacanya pas di kantor wkwkwkwj.. Lgs ngakak gini, dan diliatin ama temen2 seruangan :p.

    Tapi yg kamu tulis bener, itulah kenapa aku ga mau bljr mobil ama suami :D. Yg ada malah ga konsen, trs bisa2 berujung berantem cakar2an :p. Aku lbh milih, ttp disupirin dia atopun babang taxi online lainny :D. Stress mba nyupir di jkt :p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *