Variasi Harga Mie Instan Gelasan Dari Berbagai Ketinggian

Mie Instan dengan beragam rasa adalah makanan kebangsaan bagi banyak kalangan di Indonesia. Kalau mie instan dalam kemasan plastik biasa kita stock di rumah untuk jaga-jaga kalau malas masak, malas beli makan diluar, malas angkat telpun untuk nitip ke ojek online. Tapi diatas semuanya paling berfaedah jika pas lagi tanggal tua plus ATM ngga bersahabat ngeluarin duitnya.

Beda sedikit dengan Mie Gelasan atau ada merk beken PopMie yang hits banget tagline nya, puas nikmatnya puas kenyangnya. Pada Iklan terbaru malah minta kita nyetok yang banyak dikamar, mungkin buat jaga-jaga kalau lapar atau ada bencana zombie di luar rumah, oyeah..

Sebagai emak-emak yang terkadang mengkonsumsi Mie Gelasan, saya mengamati harga mie jenis ini saat si kecil kelaparan dan minta makan mie sekali seduh. (kalau sekali bilas itu cucian ye mak??) Pengamatan saya adalah soal harga, karena harga mie instan juga berpotensi menjadi tolak ukur tingginya tingkat Inflasi.

Harga Mie Instan Gelasan di Kolam Renang dan Pantai berkisar antara Rp. 7.000 – Rp. 15.000 tergantung kemahalan karcis masuk wahana hiburannya. Jika Tiket masuk berkisar antara Rp 2.000 – 25.000 biasanya harga Pop Mie hanya Rp.5.000, Rp.7.000 maksimal Rp. 10.000 lah sama Es Sachetan. Kalau sudah masuk wahana yang bayar karcisnya diatas Rp.100.000 per orang, percayalah. Harga Mie Gelas dan Minumnya minimal Rp. 25.000. Ini yang bikin emak-emak bela-belain ngisi berbagai toples dan kotak tupperware dengan ayam goreng, oseng tempe, nasi plus telor ceplok sebelum berangkat piknik.

Sedikit lebih tinggi, di perseroan kereta api harga mie gelasan sudah pas, tidak bisa ditawar, Rp. 15.000. Sebelum harga tiket kereta kelas ekonomi melambung tinggi, dan asongan masih boleh masuk gerbong, Mie Instan seduhan ini, harganya berkisar Rp.5000 sampai Rp. 7.000 saja. Sekarang. Karena yang menawarkan kru pramugara dan pramugari kereta, harus ada peningkatan harga donk. Bagaimanapun, kalau untungnya tipis-tipis susah buat kru kereta api untuk nambah beli gincu, bedak dan parfum.

Lebih tinggi lagi, derajat Mie Gelasan di Udara. Harganya berkisar Rp. 25.000 sampai Rp. 30.000. hampir sepuluh kali lipat dari harga aslinya kalau kita beli selusin di warung meracang—Tempat belanja bulanan emak-emak yang paling hits. Pesawat memang prestisius kalau dibanding moda angkutan darat dan laut. Tapi, penggemar mie instan seduhan juga tidak kalah banyaknya. Toh di udara ia juga tetap dijual, kan tidak mungkin ada penawaran kalo ngga ada demand. Paling tidak, pasti ada perut perut kelaparan yang menuntut untuk diisi, dengan makanan yang harganya relatif paling murah dari makanan lain yang ditawarkan di pantry burung besi.

Emak emak kalo naik pesawat juga mau bawa bekel dalam tupperware juga was-was, karena masuk x-ray. Ribed donk udah bawa plastik mihil sekelas tupperware, isinya telur dadar, nasi putih sama orak arik jagung, tapi harus urus surat ijin karantina. Belum lagi kalo bawa ikan asin, trus baunya kemana mana. Pasti yang ada pramugari bakalan cemberut alhasil penerbangan jadi lebih mencekam.

Mie Seduhan dalam Gelas ini memang tidak bebas MSG, Micin dan Sebangsanya. Harus kita ingat bahwa, masih belum ada yang mengharamkan Micin, bahkan ada label Halal yang tertera jelas disemua bungkus Mie Maupun MSG nya. Jangan lupa semua micin di olah dengan standar Nasional Indonesia, dan sedikit banyak membantu bisnis UKM yang konon omsetnya riil nya menjadi penopang perekonomian Indonesia.  Kesimpulannya, kehadiran Mie dalam Gelas memberikan banyak peluang di Darat, Laut dan Udara. Peluang bisnis bagi penjaja yang berbaju ala kadarnya sampai mereka yang berdandan necis dan berdasi. Sementara untuk konsumen, P*P Mie dalam gelas ini menjelaskan bahwa kalau perut sudah meraung-raung dan adanya hanya itu, apa boleh buat. Sedikit bisa meredakan emosi jiwa saat perut kosong.

 

#generasimicin

#evilsmirk

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *