Memperkenalkan Koperasi Digital yang Dipercaya dan Bermanfaat Untuk Generasi Millenial dan UKM Masa Kini

Bagi Millenial dan Masyarakat yang banyak terpapar informasi dari media online, dan menggunakan platform uang elektronik di ponsel pintar saat ini menyebutkan kata koperasi tentu adalah tidak lumrah.  Bagi sebagian besar masyarakat era ini, Koperasi adalah konsep lawas yang tidak lagi menjadi isu besar dalam pusaran ekonomi Indonesia.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Koperasi tahun 1973 Muhammad Hatta menjelaskan tentang bagaimana nama Koperasi seharusnya bekerja. Menurutnya koperasi adalah gerakan Demokrasi dan Sukarela. Sukarela artinya tidak ada anggota yang merasa terpaksa untuk bergabung. Sistem ini pula yang menjadi dasar dalam semangat para anggota koperasi untuk mencintai masyarakat sebagai penerima manfaat terbesar dari Koperasi.

Lima Pilar utama dalam dalam mendirikan koperasi menurut Muhammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia diantaranya: 1) Rasa Solidaritas dan Setia Kawan 2) Individualitas untuk mengangkat harga diri 3) Kepercayaan untuk menolong diri sendiri untuk kepentingan bersama—oto aktivitas 4) Cinta kepada masyarakat dalam artian, percaya pada tujuan untuk kepentingan bersama para anggota koperasi  dan 5) adanya rasa tanggung jawab moral dan material

Seiring berjalannya waktu, Koperasi menjadi Asing dan mengalami degradasi arti dan nilai. Hal ini dikarenakan semakin banyak koperasi yang didirikan oleh individu atau badan hukum yang tidak bertanggung jawab dengan melarikan dana nasabah dan melakukan pembohongan publik dalam proses bagi hasil dan keuntungannya. Dua kemungkinan mengapa penyelewengan terhadap organisasi serupa koperasi ini adalah 1) pengelola yang tidak profesional dan tidak mendirikan usaha koperasi berdasarkan visibilitas bisnis yang tepat 2) Anggota koperasi yang tergiur oleh keuntungan instan, dan tidak memiliki pengetahuan cukup mengenai rekap jejak koperasi dan metode bisnis yang dikembangkannya.

Konsisi tersebut membuat konsep koperasi digital menjadi semakin tidak terjangkau. Untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap koperasi, pemerintah wajib memberikan wacana yang realistis dan mudah dipahami masyarakat di ruang publik. Baik secara sistematis dan terstruktur lewat kelembagaan dari tingkat pusat hingga pedesaan, atau membuka kesempatan bagi badan usaha swasta, atau sektor privat membuka koperasi untuk serikat karyawan, dan bahkan membuka kesempatan bagi masyarakat luas mengembangkan koperasi dengan bantuan lembaga keuangan pemerintah yang memiliki kredibilitas baik dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Tahun 2016 pemerintah mulai memperkenalkan koperasi digital, seperti dilansir oleh kompas.id bahwa “Koperasi Digital Pertama di Indonesia Resmi Berdiri” bersama dengan berita tersebut, pemerintah menyerahkan akta koperasi kepada Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) dari kementrian Koperasi dan UKM sebagai leading sector dalam pembinaan badan hukum koperasi di Indonesia.

Saat ini berdiri sebuah lembaga online berjudul koperasidigital.id. Sesuai dengan konsepnya yang digital, koperasi ini akan bergerak dibidang ekonomi digital yang berfokus pada konsep DNA (Device, Network and Application). Konsep Device artinya koperasi ini akan memunculkan brand smartphone sekaligus aplikasinya sementara di bidang networking, koperasi ini akan meluncurkan satelit untuk kawasan Indonesia yang pengelolaannya dilakukan oleh Aliansi Penyedia Jasa Internet Indonesia ( APJII )

Layanan yang diberikan kepada anggota adalah pengadaan layanan internet dengan cara sekali bayar, dan layanan internet dapat digunakan selamat 17 tahun selanjutnya. Satelit ini dikenal dengan Program B1IG. Koprasi ini akan memiliki satelit sendiri, dan manfaatnya akan dirasakan oleh anggotanya melalui ( Internet Sevice Provider) ISP milik UKM yang notebene adalah Anggota Koperasi Digital.

Berikut diantara keuntungan menjadi bagian dari Koperasi Digital;

  1. Mendapatkan Ponsel Pintar

Bagi Anggota AJI yang mendaftarkan keanggotaan koperasi langsung untuk setahun ke depan dengan membayar uang kontribusi bulanan 1,2 juta. Akan langsung mendapatkan Ponsel Pintar senilai Rp 1.2 juta.  Begitu juga 2 tahun depan senilai Rp 2.4 juta akan mendapatkan Ponsel Pintar yang dipasaran senilai Rp 2.4 juta, juga hal yang sama bila melakukan simpanan 3 tahun dimuka. Ponsel Pintar ini dilengkapi dengan iklan digital yang canggih yang pendapatan iklannya akan dibagikan langsung ke anggota melalui poin.

  • Mendapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha)

Anggota koperasi juga akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha di akhir tahun. SHU diatas tingkat suku bunga deposito, lebih besar daripada suku bunga perbankan pada saat itu.

  • Terdapat Pendapatan Lain selain SHU

Pendapatan iklan koperasi digital akan dibagikan langsung melalui sistem poin. Dan biasanya poin yang terkumpul akan bisa ditukarkan dengan berbagai produk atau jasa dari pihak ke tiga yang menjadi mitra koperasi seperti pulsa, vocher belanja online dan lain-lain.

  • Simpanan Fleksibel dan Bisa Diambil

Simpanan juga bisa diambil jika sudah memasuki bulan ke 50 dengan memberi informasi sebelumnya.

Jika Anda Tertarik, begini Cara Menjadi Anggota Koperasi Digital :

  1. Cukup melakukan registrasi di www.koperasidigital.id
  2. Lalu melakukan investasi simpanan pokok yaitu Rp 100.000 per bulan. Atau bisa juga dengan membayar langsung untuk 1 tahun ke depan sebesar Rp 1.2 jutaKoperasi Digital Untuk dua tahun ke depan sebesar Rp 2,4 juta atau tiga tahun ke depan sebesar Rp 3,6 juta.

Memutuskan untuk melakukan transaksi online dan bergabung dengan koperasi digital tentu bukanlah hal yang mudah. Apalagi pertimbangan bahwa bekerjasama secara online dengan menyerahkan sebagian dana dengan lembaga yang baru dikenal melalui aplikasi dan berita digital adalah hal yang harus dipertimbangkan masak-masak. Setiap Individu dan atau UKM yang ingin bergabung dalam komunitas dan badan hukum koperasi digital harus memiliki keyakinan akan keamanan dana yang disimpan dan dimanfaatkan oleh koperasi digital tersebut. Pemerintah secara tidak langsung menjamin keamanan dana tersebut dengan adanya lembaga penjamin simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika Koperasi Digital dijamin oleh LPS dan di amankan oleh OJK, maka tidak ada alasan bagi Individu atau UKM yang memiliki kesamaan visi bergabung dengan koperasi digital ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *