Peran Kementrian Perhubungan Dalam Mendukung Konektivitas untuk Pemerataan Pembangunan di Indonesia

Jika ada yang menanyakan pada saya pilih mana, jalan halus kendaraan lawas atau jalan rusak kendaraan dengan teknologi terbaru. Apapun yang terjadi pilihan saya akan Jatuh pada jalan bagus meski kendaraan lawas. Dua pilihan diatas memang bukan pertanyaan hitam putih. Tetapi tentu memiliki infrastruktur yang baik dan memadai adalah keniscayaan bagi masyarakat di semua negara bangsa di dunia. Namun soal mengubungkan Indonesia  ini tentu tidak bergantung pada Jalan belaka. Negara harus menjamin moda transportasi yang terjangkau dan menjadi solusi bagi masyarakat dalam skala yang lebih besar.

Skala besar artinya negara memiliki perpanjangan tangan yang dapat menjamin seluruh moda transportasi memberikan pelayanan sesuai standar dalam aturan perundangan dan fokus pada pengguna transportasi sebagai end user. Indonesia memiliki Kementrian  Perhubungan. Institusi ini bertanggungjawab untuk menghubungkan setiap titik di seluruh penjuru tanah air. Sesuai dengan visi Misi pemerintah tahun 2015-2019, kementrian Perhubungan bertekad untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Budi Karya Sumadi menteri Perhubungan RI Periode 2015-2019 menyampaikan bahwa Membangun Indonesia dari Pinggiran adalah sebuah Keniscayaan. Ia Percaya bahwa keterhubungan antar daerah di Indonesia dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi warga negara Indonesia. Perubahan yang lebih baik ini tercermin dalam semangat  Kementrian Perhubungan yang merupakan arti dari logo kementrian, yaitu  Wahana Manghayu Warga Pertiwi, artinya Perhubungan merupakan wahana untuk mensejahterakan Bangsa dan Negara.

Dalam laporan kinerja 5 tahunan kementrian Perhubungan, kita bisa membaca capaian dari target yang di canangkan pada tahun 2015. Pembangunan sarana prasaran perhubungan adalah prioritas utama bagi kementrian Perhubungan  untuk menjamin setiap moda transportasi yang melayani warga dapat beroperasi dengan baik. Capaian tersebut tidak hanya berfokus pada perhubungan darat. Moda Laut dan Udara juga mendapatkan prioritas pembangunan sarana dan prasarana.

Pada Moda Perhubungan darat. Pemerintah menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi dengan merehabilitasi Terminal di 83 Lokasi di Indonesia, Melakukan aktivasi ulang jalur ganda (Double track) moda transportasi kereta sepanjang 863.65 Km, merehabilitasi 394,6 Jalur kereta api, dan membangun 45 lokasi stasiun atau bangunan operasional kereta api. Selain itu kementrian perhubungan juga menyediakan bus Rapid Transit sebanyak 2128 bis, yang tentu akan berimbas pada kenyamanan warga negara mengakses transportasi publik yang nyaman dan terjangkau.

Pada moda laut, Pemerintah membangun 24 pelabuhan penyebrangan, 118 lokasi dibangun pelabuhan non keomersial, 100 unit pembangunan kapal tol laut, 6 kapal latih, dan 17 unit kapal penyebrangan. Investasi pemerintah ini tentu tidak murah. Meski begitu, pemerintah belum tentu juga mendapatkan Break Even Point (BEP) dalam waktu singkat. Sementara pada  moda perhubungan udara, pemerintah  membangun 15 bandar udara baru, serta mengadakan 51 unit pesawat latih.

Berdasarkan laporan tersebut, masyarakat dapat menyimpulkan bahwa pembangunan sarana prasarana  oleh kementrian perhubungan adalah dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga negara sebagai penerima manfaat langsung. Tidak lagi kita temukan terminal penumpang yang kumuh, dengan toilet yang kotor dan tidak terawat. Berkurangnya jumlah calo penumpang secara drastis juga adalah salah satu capaian dari pembangunan terminal penumpang yang manusiawi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Sumber: Pixabay

Pembangunan rel ganda memberikan peluang kepada PT KAI untuk mengantarkan penumpang kepada destinasi tujuan dengan lebih cepat tanpa pemberhentian ditengah jalan, yang disebabkan kereta yang berpapasan harus bergantian dalam mengakses rel yang sama. Sementara itu, tol laut juga menjadi indikator keberhasilan kementrian Perhubungan memberikan pelayanan yang ekstra kepada warganegara yang tinggal di pinggiran Indonesia. Tol laut memungkinkan percepatan logistik serta  bahan pokok dan barang-barang pengiriman yang dapat diandalkan untuk memberikan jaminan kenyamanan bagi warga negara yang bermukim di luar pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Beberapa media bahkan memberitakan kemunculan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru setelah terhubungnya daerah pusat dan pinggiran.

SUmber : Pixabay

Keterhubungan wilayah adalah kunci pemerataan kesejahteraan. Pengiriman logistik, pertukaran sumberdaya alam dan kemudahan moda angkutan manusia adalah indikator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tidak bisa kita pungkiri selama tahun 2015 sampai tahun 2019 pertumbuhan infrastruktur perhubungan begitu pesat. Tentu keberhasilan ini tidak semerta-merta dirasakan oleh warga negara Indonesia. Beberapakali pemerintah, dalam hal ini kementrian perhubungan berkali-kali menjadi tempat keluh kesah masyarakat tentang moda transportasi udara yang mengalami silang sengkarut perkara harga yang tidak ekonomis. Tetapi Seiring waktu berjalan, Kemenhub dapat mempengaruhi pemerintah untuk menentukan batas atas dan batas bawah harga tiket pesawat, sehingga proses menghubungkan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya melalui perhubungan udara kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *